Wednesday, August 03, 2005


Ada dua buah bibit tanaman yang terhampar disebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan kakiku dalam-dalam ditanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku diatas kerasnya tanah ini. ,untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.Dan bibit itu tumbuh makin menjulangBibit yang kedua bergumam. aku takut, jika kutanamkan akarku ke tanah ini, aku tak tahu apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disanan sangat gelap? Dan jika kuterobos tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang. Tunasku ini pasti akan terkoyak.Apa yang terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput coba memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan mencoba mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman. Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi dan mencaploknya segera.